PENERAPAN ANTRIAN

Pada zaman modern sekarang
ini semua dituntut serba cepat. Hal ini dikarenakan semakin bertambahnya jumlah
populasi penduduk didunia, perkembangan teknologi dan pembangunan yang ada di
segala bidang juga berlangsung dengan cepat. Suatu perusahaan dibidang jasa
maupun manufaktur harus mampu memberikan pelayanan yang cepat serta terbaik
sesuai dengan keinginan pelanggan untuk memenuhi kebutuhannya mengingat akan
jumlah populasi yang banyak tersebut. Jasa merupakan sektor ekonomi yang
berkembang secara cepat dan jasa merupakan sektor ekonomi terbesar dalam
masyarakat maju (Heizer, 2004).

 

Perusahaan
atau organisasi sangat memerlukan manajemen operasional dalam menjalankan
kegiatan usahanya. Hal ini diperlukan untuk memperbaiki kinerja
produktivitasnya sehingga akan mendapatkan keputusan yang efektif bagi
perusahaan atau organisasi di mata pelanggannya. Salah satu masalah yang perlu
diperhatikan dalam kegiatan usaha adalah masalah antrian. Pemakaian waktu
seminim mungkin dalam antrian merupakan hal yang penting untuk diperhatikan
oleh setap penyedia jasa layanan.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

 

Salah satu tempat terjadinya kasus
antrian yaitu pada aktifitas pelayanan rekonsiliasi Barang Milik Negara (BMN)
yang dilakukan setiap akhir semester di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan
Lelang Palu. Mencegah timbulnya antrian atau mengurangi antrian yang panjang adalah
dengan menganalisis sistem antrian pelayanan rekonsiliasi Barang Milik
Negara(BMN) dengan menerapkan teori antrian untuk mengetahui karakteristik
antrian pelayanan rekonsiliasi Barang Milik Negara(BMN) yang dilaksanakan di
Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Palu.

 

I.       
TINJAUAN
PUSTAKA

 

2.1.    Teori Antrian

Menurut Heizer & Render (2011) teori antrian (queuing
theory) adalah ilmu pengetahuan tentang bentuk antrian yangmerupakan sebuah
bagian penting operasi dan juga alat-alat yang sangat berharga bagimanajer
operasi. Menurut Taha(1997), fenomena menunggu(antri) adalah hasil langsung
dari keacakan dalam operasi pelayanan. Menurut Prawirosentano (2005),
Secara umum antrian dipengaruhi oleh beberapa sifat dasar yang merupakan
karakteristik antrian, yaitu sumber masukan (input), disiplin antrian, tingkat
kedatangan dan tingkat pelayanan, panjang antrian, dan keluar (output).

Menurut
Subagyo (2000), terdapat empat jenis sistem antrian, yaitu jenis antrian satu
jalur satu tahap pelayanan(Single-Channel Single Phase),jenis antrian satu
jalur lebih dari satu tahap(Single Channel Multi Phase), jenis
antrian lebih dari dua jalur pelayanan tetapi hanya memiliki satu tahap(Multi
Chanel Single Phase) dan jenis antrian lebih dari satu jalur dan tahap (Multi Channel Multi Phase).

 

2.2       Model antrian

Menurut Handoko (1995), model
antrian memerlukan paling tidak 3 jenis data, yakni tingkat kedatangan
rata-rata pelanggan untuk mendapatkan pelayanan, tingkat pelayanan rata-rata,
dan jumlah fasilitas pelayanan.

1.  
Model
antrian M/M/1 (Single Channel Query System atau model antrian jalur tunggal),
pola kedatangan berdistribusi poisson dan waktu pelayanan eksponensial.

2.  
Model
antrian M/M/s (Multiple Channel Query System atau model antrian jalur
berganda), pola kedatangan mengikuti distribusi poisson dan waktu pelayanan
mengikuti distribusi eksponensial.

3.  
Model
antrian M/D/1 (Constant Service atau waktu pelayanan tetap), waktu pelayanan
yang terjadi umumnya konstan.

4.  
Model
antrian limited population atau populasi terbatas. Terdapat hubungan saling
ketergantungan antara panjang antrian dan tingkat kedatangan.

 

 

II.      
METODE PENELITIAN

 

Data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Penelitian
dilakukan dengan melakukan prosedur di bawah ini

1.        
Mempersiapkan
penelitian.

2.        
Mengkaji
literatur tentang teori antrian, jenis antrian dan model antrian

3.        
Mengumpulkan
data berupa data kedatangan, data pelayanan, dan data jalur yang terbuka.

4.        
Membangun
model antrian Multi Channel Single Phase.

5.        
Uji
kedatangan dan waktu pelayanan dengan menggunakan uji Kolmogorov Smirnov

6.        
Menentukan
karakteristik antrian dengan rumus antrian M/M/S
(Multiple Channel Query System)

7.        
Menarik
kesimpulan dari hasil penelitian.

 

III.     
HASIL DAN PEMBAHASAN

 

4.1.   
Analisis data

Untuk proses analisa data yang digunakan peneliti yaitu
dengan menggunakan uji kolmogorov smirnov satu sampel. Pola kedatangan akan
diuji apakah berdistribusi poisson atau tidak dan waktu pelayanan diuji apakah
berdistribusi eksponensial atau tidak dengan mengunakan program  SPSS 12.0 for windows dengan langkah-langkah:

1.  
Hipotesis pengujian:

 :

 : Pola kedatangan satkerberdistribusi Poisson

 :

 : Pola kedatangan satker tidak berdistribusi
Poisson

 :

 : Waktu pelayanan satkerberdistribusi
Eksponensial

 :

 : Waktu pelayanan tidak berdistribusi
Eksponensial

2.  
Adapun
rumus Kolmogorov Smirnov yang digunakan dalam penelitian ini adalah

D = Maks

3.  
Taraf
signifikan 5% atau 0,05

4.  
Kriteria
pengujian

 diterima apabila Komlogorov Smirnov Hitung

 Kolmogorov Smirnov Tabel.

 ditolak apabila Komlogorov Smirnov Hitung

 Kolmogorov Smirnov Tabel.