kista ovarium

Kista ovarium ada dua jenis, fungsional dan patologis. Kista fungsional adalah kista yang terjadi akibat proses alami pembentukan sel telur hingga ovulasi, dan kista patologis adalah kista yang terjadi akibat pembelahan sel yang abnormal. Kista fisiologis ini pada sebagian kasus dapat menghilang dengan sendirinya, biasanya dalam beberapa siklus haid. Biasanya jika diduga kista fisiologis dan besarnya belum mencapai 5 cm dan tidak menimbulkan gejala, kista ini cukup dipantau, misalnya 3-6 bulan sekali. Jika membesar atau menimbulkan gejala, biasanya dokter akan menyarankan operasi. Kista ovarium pada sebagian kasus dapat membuat haid tidak teratur, tetapi bisa juga tidak menimbulkan gejala apapun dan baru diketahui ketika pemeriksaan rutin atau bahkan pemeriksaan kehamilan. Tetapi haid yang tidak teratur atau terhenti bisa saja disebabkan karena hal lain, misalnya: Hormon reproduksi yang tidak seimbang atau tidak stabilGangguan hormon tiroidSindroma ovarium polikistikStress atau kelelahanKekurangan gizi atau kelebihan berat badan yang dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormonSedang menyusuiEfek alat kontrasepsi, terutama kontrasepsi hormonal (KB suntik, pil, implan)HamilGangguan lain, misalnya kista ovarium, endometriosis, mioma, komplikasi kuretase dan lain sebagainya Karena kemungkinan penyebabnya sangat banyak, dan sebelumnya Anda memiliki riwayat kista, sebaiknya Anda memeriksakan diri kembali ke dokter untuk memastikan apakah ada kelainan yang menyebabkah haid saat ini tidak teratur. Dokter kandungan akan melakukan serangkaian pemeriksaan termasuk USG untuk mengetahui penyebabnya. Kemudian dokter akan menentukan penanganan yang paling sesuai untuk Anda. Agar haid lancar, secara umum kita harus menjaga kesehatan dengan gaya hidup sehat. Jagalah berat badan ideal, makan makanan sehat gizi seimbang, cukup istirahat, kendalikan stress dan berolahragalah secara teratur.