pengaruh disiplin terhadap kinerja pegawai di balmon bandung

Manusia merupakan
sumber daya yang penting dalam organisasi, peranan manusia sebagai sumber daya menentukan
keberhasilan suatu organisasi, untuk itu organisasi harus mengelola sumber daya
manusia secara optimal. Dalam hal ini sumber daya manusia memiliki peranan
dalam aktivitas organisasi dalam merencanakan merumuskan menetapkan dan
melaksanakan berbagai kegiatan organisasi dalam upaya untuk mencapai tujuan. Untuk
itu pegawai sebagai pelaksana pekerjaan dituntut untuk bekerja sesuai dengan
tugas dan fungsinya untuk dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan baik.

Disiplin adalah kunci
keberhasilan suatu organisasi dalam pencapaian tujuan. Pegawai yang disiplin
adalah pegawai yang mau mentaati semua peraturan, sadar akan tugas dan tanggung
jawab terhadap pekerjaannya. Disiplin sebagai bentuk loyalitas pegawai atas
tanggung jawab pegawai terhadap tugas pokok dan fungsi yang dibebankan
kepadanya. Sikap disiplin yang ditunjukan oleh pegawai merupakan indikasi
adanya kemampuan dan kemauan pegawai dalam melaksanakan tugasnya untuk
mendukung tercapainya tujuan organisasi. Aturan disiplin perlu diterapkan oleh
organisasi sebagai acuan atau tolak ukur untuk mengarahkan pegawai agar bekerja
sesuai aturan yang berlaku.

Kinerja merupakan hasil yang dicapai melalui
serangkaian kegiatan  dan tata cara
tertentu dengan menggunakan sumber daya untuk mencapai sasaran organisasi yang
telah ditetapkan. Keberhasilan seseorang dalam melakukan pekerjaan harus
disertai dengan pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas oleh atasan, maka
pegawai akan melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan standar operasional
organisasi.

Kinerja pegawai dipengaruhi oleh disiplin pegawai, disiplin
merupakan fungsi operatif dari manajemen sumber daya manusia yang penting,
karena semakin baik disiplin pegawai maka semakin tinggi prestasi kerja yang
dapat dicapainya. Tanpa disiplin, sulit bagi organisasi untuk mencapai hasil
yang maksimal.

Perkembangan teknologi yang sangat cepat erat
kaitannya dengan kertersedian spektrum frekuensi Radio. Perencanaan penggunaan
frekuensi radio harus dapat mengakomodasi tren teknologi yang berkembang saat
ini. Manajemen spektrum frekuensi radio hendaknya juga menyiapkan regulasi
terkait sehingga memudahkan akses perijinan dan proteksi terhadap penggunannya.

Balai
Monitoring Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Bandung merupakan
UPT(unit pelaksana teknis) dibawah Kementerian Komunikasi dan Informatika RI
Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika yang
mempunyai tugas
melaksanakan pengawasan dan pengendalian di bidang penggunaan spektrum
frekuensi radio yang meliputi kegiatan pengamatan, deteksi sumber pancaran,
monitoring, penertiban, evaluasi dan pengujian ilmiah, pengukuran, koordinasi
monitoring frekuensi radio, penyusunan rencana dan program, penyediaan suku
cadang, pemeliharaan dan perbaikan perangkat, serta urusan ketata usahaan dan
kerumahtanggaan. Balai Monitor Kelas II Bandung terdiri dari 38 pegawai yang
terbagi dalam 3 Seksi  yaitu Seksi
Operasi, Pemeliharaan dan Perbaikan (Seksi OPP), Bagian Tata Usaha dan Rumah
Tangga (Sub Bag TU & RT), dan Seksi Pemantauan dan Penertiban (Seksi PP).

Faktor
disiplin sangat penting, karena menjadi ujung tombak dalam pelayanan baik
didalam instansi maupun keluar instansi. Disiplin yang tinggi akan meningkatkan
kinerja pegawai di Balai Monitor Kelas II Bandung.

Dari
hasil pengamatan sementara di Balai Monitor Kelas II Bandung, diperkirakan
bahwa disiplin pegawai belum optimal, hal tersebut terlihat dari fenomena yang
terjadi, diantaranya:

1.            
Masih
terlihat adanya pegawai yang tidak mentaati aturan disiplin kerja yang telah
ditetapkan, hal ini terlihat dari pegawai yang menunjukan sikap tidak disiplin
terhadap jadwal kerja yang telah ditentukan yaitu pegawai yang datang terlambat
dan pulang lebih cepat dari jadwal yang telah ditentukan. Terdapat pegawai yang
tidak berada ditempat kerja pada saat jam kerja.

2.            
Masih
terdapat pegawai yang terlambat dalam mengisi e-SKP (Elektronik Sasaran Kerja
Pegawai), pengisian log book pada e-SKP dilaksanakan setiap hari dan setiap
bulan harus dilaporkan, hal tersebut sebagai monitoring atas target kerja yang
dicapai oleh pegawai. Ketentuan pengisian SKP sesuai dengan Peraturan
Pemerintah No 46 Tahun 2011 tentang Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Negeri
Sipil, yang mewajibkan setiap pegawai untuk mengisi SKP (Sasaran Kerja Pegawai).

Sedangkan fenomena yang
terjadi dalam kinerja pegawai di Balai Monitor Kelas II Bandung sebagai berikut
:

1.            
Masih
adanya keterlambatan pegawai dalam menyelesaikan laporan perjalanan dinas
sebagai pertanggung jawaban tugas. Laporan tersebut sebagai tindak lanjut
pimpinan untuk mengambil keputusan dan juga harus dilaporkan kepada pimpinan
pusat.

2.            
Masih
terdapat pegawai yang dalam menyelesaikan tugas bergantung dengan orang lain.

Adapun
komposisi pegawai di Balai Monitor Kelas II Bandung sebagai berikut:

 

 

 

 

Tabel 1.1

Komposisi Pegawai Balai Monitor
Kelas II Bandung

No

Golongan

Jumlah

Satuan

1

I

3

orang

2

II

8

orang

3

III

23

orang

4

IV

2

orang

 

Total

36

orang

 

 

Mengacu pada fenomena yang telah dikemukakan diatas,
maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut dalam rangka
penulisan skripsi dengan judul “Pengaruh
Disiplin Terhadap Kinerja Pegawai di Balai Monitor Kelas II Bandung”

 

A.           
Rumusan Masalah

Berdasarkan permasalahan yang telah dikemukakan, penulis
mencoba menganalisa rendahnya disiplin pegawai berpengaruh terhadap kinerja
pegawai, maka penulis membatasi pada rumusan permasalahan, sebagai berikut:

1.            
Bagaimana
gambaran disiplin pegawai di Balai Monitor Kelas II Bandung?

2.            
Bagaimana
kinerja pegawai di Balai Monitor Kelas II Bandung?

3.            
Bagaimana
pengaruh disiplin terhadap kinerja pegawai di Balai Monitor Kelas II Bandung?

 

B.           
Tujuan Penelitian

          Penelitian ini
bertujuan untuk:

1.            
Untuk
mengetahui gambaran disiplin pegawai di Balai Monitor Kelas II Bandung

2.            
Untuk
mengetahui kinerja pegawai di Balai Monitor Kelas II Bandung

3.            
Untuk
mengukur pengaruh disiplin terhadap kinerja pegawai di Balai Monitor Kelas II
Bandung

 

C.           
Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang penulis
haraapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

a.             
Manfaat
Akademis

          Penelitian
ini diharapkan dapat dijadikan bahan untuk memperkaya dalam bidang ilmu
Manajemen Sumber Daya Manusia, khususnya disiplin dalam upaya meningkatkan
kinerja pegawai.

 

b.            
Manfaat
Praktis

          Penelitian
ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai bahan masukan bagi Balai Monitor Kelas
II Bandung dalam meningkatkan kinerja pegawainya.